Apa itu Ethereum Classic (ETC)

Oleh CMC AI
19 May 2026 08:43PM (UTC+0)
TLDR

Ethereum Classic (ETC) adalah blockchain Ethereum asli yang tidak diubah dan terus beroperasi sebagai platform kontrak pintar dengan mekanisme Proof-of-Work. ETC dikenal karena komitmennya yang kuat terhadap prinsip immutability (ketidakberubahan) dan filosofi "Code is Law" (Kode adalah Hukum).

  1. Ini adalah rantai asli yang bertahan setelah peretasan DAO pada tahun 2016, sementara Ethereum (ETH) melakukan fork.

  2. Filosofi utamanya menekankan keamanan dan immutability, dengan mempertahankan konsensus Proof-of-Work dan jumlah token yang tetap.

  3. ETC berfungsi sebagai "komputer dunia" yang dapat diprogram, kompatibel dengan alat-alat Ethereum untuk membangun aplikasi terdesentralisasi.

Penjelasan Mendalam

1. Asal Usul dan Filosofi Inti

Ethereum Classic lahir dari perpecahan besar dalam komunitas Ethereum pada Juli 2016. Setelah peretasan kontrak pintar "The DAO" yang menyebabkan pencurian jutaan ETH, komunitas Ethereum berdebat apakah harus membalikkan peretasan tersebut dengan menulis ulang blockchain. Mayoritas memilih untuk melakukan fork dan membuat rantai Ethereum (ETH) baru yang mengembalikan dana yang dicuri. Namun, minoritas yang memegang teguh prinsip bahwa transaksi blockchain harus tidak dapat diubah, melanjutkan rantai asli tanpa perubahan—yang kemudian dinamai Ethereum Classic (CoinMarketCap). Dari sini lahir filosofi dasar ETC: "Code is Law." Jaringan ini berkomitmen pada desentralisasi maksimal, tahan sensor, dan immutability buku besar, artinya transaksi yang sudah dikonfirmasi tidak bisa diubah atau dibatalkan.

2. Fondasi Teknis: PoW, Pasokan Tetap, dan EVM

Desain teknis ETC memperkuat filosofi tersebut. ETC mempertahankan mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW), di mana para penambang menggunakan daya komputasi untuk mengamankan jaringan, mirip dengan Bitcoin. Ini menjadi pembeda utama dari Ethereum yang beralih ke Proof-of-Stake. ETC juga memiliki pasokan total yang terbatas sebanyak 210,7 juta koin ETC, menciptakan kelangkaan yang dapat diprediksi seperti emas digital (Bitstamp). Meskipun memilih pendekatan konservatif, ETC tetap sepenuhnya kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Artinya, pengembang dapat menulis kontrak pintar menggunakan bahasa Solidity dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan alat yang sama seperti di Ethereum, namun dalam lingkungan ETC yang sangat aman dan tidak dapat diubah.

3. Ekosistem dan Tata Kelola yang Berkembang

Meski ekosistemnya lebih kecil dibandingkan Ethereum, ETC mendukung fungsi blockchain inti seperti transfer nilai peer-to-peer, kontrak pintar untuk DeFi, dan tokenisasi aset. Pengembangan terus berjalan, dengan peningkatan seperti "Thanos" yang meningkatkan efisiensi jaringan. Evolusi penting berikutnya adalah upgrade Olympia, yang bertujuan memperkenalkan sistem treasury dan tata kelola DAO di tingkat protokol (Ethereum Classic DAO). Dana yang berasal dari sebagian biaya transaksi akan digunakan untuk mendanai pengembangan secara terdesentralisasi dan dipimpin komunitas, memastikan keberlanjutan jangka panjang sesuai dengan prinsip inti ETC.

Kesimpulan

Ethereum Classic pada dasarnya adalah pelestarian visi asli Ethereum: sebuah lapisan dasar yang aman, tidak dapat diubah, dan terdesentralisasi untuk uang dan aplikasi yang dapat diprogram. Komitmennya yang teguh terhadap Proof-of-Work dan filosofi "Code is Law" menjadikan ETC sebagai lapisan penyelesaian transaksi untuk kasus penggunaan bernilai tinggi dengan minim kepercayaan. Seiring perkembangan lanskap blockchain yang lebih luas, apakah sikap prinsip ETC akan memperkuat perannya sebagai pilar utama infrastruktur digital?

CMC AI can make mistakes. Not financial advice.